Jenis Tanaman yang Dapat Tumbuh di Pekarangan Rumah

Jenis Tanaman yang Dapat Tumbuh di Pekarangan Rumah

Jakarta – Berkebun merupakan salah satu kegiatan menyenangkan utnuk mengisi waktu luang selama menjalani kegiatan di rumah. Saat ini, banyak sekali varietas tanaman yang dapat tumbuh di pekarangan.

Namun, agar tidak salah, sebaiknya perhatikan dulu jenis tanah dan iklim daerah sekitar sebelum mulai bercocok tanam di pekarangan rumah. Karena kedua hal itu merupakan faktor penting untuk membudidayakan tanaman di rumah.

“Jenis tanaman yang cocok untuk di pekarangan banyak sekali. Namun perlu disesuaikan dengan lokasi karena akan berkaitan dengan jenis tanah dan iklim sebagai faktor utama penentu kesesuaian tanaman dlm menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman,” ujar pengajar Fakultas Pertanian, Universitas Borobudur Fetty Dwi, saat dihubungi SariAgri, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut Fetty menjelaskan selain menambah keindahan, tanaman juga dapat memberikan efek kesegaran baik di luar dan di dalam rumah.

“Tanaman yang cocok membuat kesegaran udara yang spesifik sebagai peneduh di pekarangan rumah dan dapat dikonsumsi yaitu dengan memilih tanaman buah, seperti pohon mangga, pohon nangka, pohon jambu, pohon rambutan, dan lainnya,” kata Fetty.

“Sedangkan, tanaman yang cocok untuk membuat kesegaran di dalam rumah dan sebagai tanaman hias misalnya tanaman paku pedang, tanaman lidah mertua, tanaman sirih Gading, tanaman lidah buaya dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, untuk sayuran hanya jenis tertentu dan memiliki karakteristik umum seperti Kangkung, bayam, pakcoy, selada, tomat, kacang panjang, cabai, sawi dan terong yang dapat tumbuh di pekarangan rumah.

“Sayuran yang bisa di budidayakan di pekarangan rumah dengan karakteristik temperatur yang umum misalnya kangkung, bayam, pakcoy, selada, tomat, kacang panjang, cabe, sawi dan terong,” pungkasnya. (Istihanah Soejoethi).

Terapi Hortikultura Cara Baru untuk Hilangkan Stres

Terapi Hortikultura Cara Baru untuk Hilangkan Stres

Universitas Borobudur – Hasil penelitian National University Healthcare System (NUHS) dan the National Parks Board (NParks), ketika seseorang pergi ke teman dan bergabung dalam aktivitas kelompok berkebun bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik. Cara ini disebut sebagai terapi hortikultura.

Menurut dr. Lonah, Sp.FK, di negara lain, orang yang memiliki kebiasaan bercocok tanam usianya jauh lebih panjang. Selain itu, mereka juga memiliki risiko penyakit degenaratif yang lebih rendah.

“Saya pernah baca artikel di negara lain, orang yang punya kebiasaan bercocok tanam memiliki umur yang lebih panjang dan memiliki risiko penyakit degenaratif yang lebih rendah dari mereka yang memiliki pekerjaan di perkotaan atau di bidang sekuler,” ujarnya saat dihubungi SariAgri, Jumat (12/6/2020).

Lonah mengatakan terapi hortikultura memang tidak secara spesifik dapat menyemuhkan, tetapi baik untuk tindakan preventif atau pencegahan. Karena kebiasaan bercocok tanam itu, dapat mengurangi risiko stres yang dapat berimbas terhadap penyakit lain.

“Perilaku seseorang yang suka bercocok tanam itu merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk menurunkan risiko stres. Artinya, kalau risiko stres tersebut diturunkan akan menurunkan risiko orang menderita penyakit degenaratif, baik penyakit jantung, penyakit diabet atau hipertensi,” katanya.

Sementara itu, pengajar Agroteknologi, Universitas Borobudur Fetty Dwi, mengatakan terapi hortikultura berdampak positif terhadap psikologis manusia melalui estika dan jenis tanaman yang dibudidayakan.

“Terapi hortikultura saat ini menjadi tren karena berdasarkan berbagai penelitian dilakukan teknik bercocok tanam dapat membawa dampak positif bagi psikologis manusia melalui estetika dari jenis tanaman yg dibudidayakan,” jelasnys.

Dikatakan Fetty, tanaman hias seperti bunga, daun anthorium , herba, buah, sayur dan tanaman semak cocok digunakan untuk terapi hortikultura.(Istihanah Soejoethi)

Bakti Sosial Mahasiswa FHUB Dalam Rangka Ikut Serta Mengurangi Penyebaran Covid 19

Bakti Sosial Mahasiswa FHUB Dalam Rangka Ikut Serta Mengurangi Penyebaran Covid 19

Bakti Sosial Mahasiswa FHUB dalam rangka ikut serta mengurangi penyebaran Covid 19 dengan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan kampus Universitas Borobudur dan pemberian paket sembako kepada petugas kebersihan.

Universitas Borobudur “Bebas Corona”

Ganti Bahasa »
X