” Selamat dan Sukses “, Dari Universitas Borobudur Jakarta Atas Terpilihnya Kepala Desa Luwihaji yang Baru

” Selamat dan Sukses “, Dari Universitas Borobudur Jakarta Atas Terpilihnya Kepala Desa Luwihaji yang Baru

Jakarta, Alhamdulilah perjalanan menuju sukses yang saat ini di raih oleh Muntohar memang tidak mudah, berbagai halangan dan rintangan sanggup ia hadapi melalui penjuangan yang sangat panjang. Dalam perjuangan itu kini Muntohar meraih kesuksesan melalui  Pilkades serentak gelombang III pada tanggal 19 Pebruari 2020.

Terpilihnya Muntohar  sebagai Kepala Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro yang baru, periode Tahun 2020- 2026. Adalah tugas berat yang harus di emban beliau diamanahkan oleh masyarakat untuk memimpin desanya.

” Selamat dan sukses untuk bapak muntohar menjadi kepla desa luwihaji, semoga amanah”

Prestasi Alumni Fakultas Teknik Mendapat Diamond Dalam kategori The Best Performance di TKMP XXIII di Solo

Prestasi Alumni Fakultas Teknik Mendapat Diamond Dalam kategori The Best Performance di TKMP XXIII di Solo

Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII diadakan di Kota Solo, Senin (18/11) hingga Jumat (22/11) 2019,  di Hotel The Sunan Solo dan Hotel Aston Solo. Mengusung tema “Dengan Semangat Inovasi Kita Tingkatkan Mutu dan Produktivitas dalam Mendukung Era Industri 4.0”, TKMPN XXIII di Kota Solo merupakan pertama kalinya setelah kegiatan yang sama digelar 23 kali.

TKMPN sendiri merupakan ajang unjuk kebolehan dan keberhasilan dari perusahaan-perusahaan swasta nasional, BUMN, dalam mengelola mutu dan produktifitas perusahaan, baik per seorangan maupun kelompok dengan berbagai pendekataan sistem manajemen

Dalam kegiatan tersebut Alumni Program Studi Teknik Sipil  Universitas Borobudur Mendapatkan Diamond atas kategori The Best Performance dan mendapatkan kesempatan melangkah ke tingkat Internasional di Australia dan disisi lain Alumni Program Studi Teknik Industri juga menjadi Juara tiga dalam kegiatan tersebut.

 

Kombes Pol Umar Effendy : Hoaks Dapat Membahayakan Ideologi Bangsa

Kombes Pol Umar Effendy : Hoaks Dapat Membahayakan Ideologi Bangsa

Jakarta (Pos Kota) – Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Umar Effendi, M.Si mengingatkan hoaks bisa membahayakan ideologi sebuah bangsa. Karena itu, generasi mileneal harus meningkatkan literasinya agar tidak mudah termakan berita bohong.

“Hoaks dapat mengubah pola pikir dan cara pandang seseorang terhadap negaranya. Bahkan dapat menimbulkan rasa benci pada pemerintah”. Kata Umar saat menjadi pembicara kunci pada seminar kebangsaan bertema membangun jiwa Nasionalisme di Era Milenial yang digelar Universitas Borobudur, Selasa 22/10/2019).

Tetapi ia mengakui pada era globalisasi dimana arus informasi sedemikan tinggi, berita hoaks sulit untuk dihindari. Berita hoaks yang sebagian besar menyebar melalui media social mempengaruhi siapapun tanpa bisa dihindari, termasuk generasi milenial.Selah satu cara agar tidak mudah termakan oleh hoaks, lanjut Umar adalah perlunya generasi milenial memahami konsep berbangsa dan bernegara. Pemahaman ini bisa diperoleh tentunya dengan membaca sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya dengan memahami konsep berbangsa dan bernegara, memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yakni Pancasila, maka generasi milenial bisa memilah-milah mana nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila, NKRI. Empat pilar bangsa dan bernegara tersebut harus dijunjung tinggi oleh generasimuda sebagai penerus kehidupan bangsa.“Dengan memahami 4 pialr kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut dapat meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda termasuk para mahasiswa,” tukas Umar.

Senada juga dikatakan Azis Budianto, Ketua Program Studi Hukum Universitas Borobudur. Menurutnya rasa nasionalisme yang dibangkitkan oleh para pemuda Indonesia sejak Zaman penjajah, kini telah menghasilkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Karena itu, agar bangsa ini tetap ada, maka memupuk rasa nasionalisme itu menjadi hal yang sangat penting dilakukan sampai kapanpun.“Tanpa rasa nasionalisme, tanpa memahami falsafah hidup berbangsa dan bernegara bisa jadi Indonesia akan punah sebelum 50 tahun kedepan,” katanya.

Diakui, produk penjajah Belanda hingga kini memang masih banyak yang digunakan oleh bangsa kita Seperti KUHP, jalan-jalan, bangunan, pelabuhan dan lainnya. Tetapi bukan berarti produk penjajah tersebut dapat menghilangkan gelora dan rasa nasionalisme.

Ari Safari Mau, pembicara lainnya mengatakan banyak generasi muda yang saat ini terjebak oleh rutinitas media sosial. Meski demikian, harus diakui media sosial, dan internet telah memberikan nilai positif bagi generasi milenial seperti kreativitas kerja keras, kolaboratif dan lainnya.

Wakil Rektor I Universitas Borobudur Muhammad Faisal Amir berharap melalui forum kebangsaan tersebut kita dapat lebih melihat nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang perlu dijunjung tinggi dan dilaksanakan dimanapun kita berada.

Ganti Bahasa »
X