https://www.elementbike.id/data/selotgacorku/https://karanganbungacilacap.com/https://coredrillindia.in/wp-includes/sgacor/https://www.biosafety.gov.my/wp-content/sgacor/https://online.alagappauniversity.ac.in/uploads/-/https://mutu.rshs.or.id/img/https://epembelajaran.umt.edu.my/newdir/sgacor/https://adminapp.libertadores.edu.co/application/sgacor/app.phphttps://ppid.rskariadi.co.id/assets/uploads/source/sgacor/https://journal.indonesia-orthopaedic.org/docs/-/
Kelas Kebudayaan Universitas Borobudur Gelar Gebyar Kelas Kebudayaan" Merawat Budaya, Merawat Bhinneka Tunggal Ika - Universitas Borobudur

Ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi dalam zaman millenial ini, nilai-Nilai luhur budaya Nusantara menjadi hal penting dalam menjalani dinamika kehidupan.

Menjadi sebuah pertanyaan apakah Kesenian dan Kebudayaan Nusantara masih bisa menjawab tantangan yang datang silih berganti?

Menjawab tantangan tersebut,  kegiatan kelas kebudayaan Universitas Borobudur menggelar perhelatan tahunan pentas seni kebudayaan. Nasional.

Pada tahun ini tema yang diangkat “Mari, kita Merawat Budaya untuk Merawat Bhinneka Tunggal Ika ditengah laju zaman”.

Dra Irdiana koordinator mata kuliah Kebudayaan Indonesia memaparkan, acara ini merupakan agenda tahunan dari kelas kebudayaan.  Pihaknya menyelenggarakannya giat ini dari kelas kebudayaan sebanyak empat (4) kelas.

“Berharap kebudayaan ini dapat diteruskan pada kegiatan mahasiswa. Pada saat ini kami meminta anak-anak  acara Angklung, tari-tarian dan juga nyanyi. Mereka juga membuat batik ecoprint dari daun-daunan. Kami berharap dapat terus berlangsung, ” ujar Irdiana saat berbincang,  di Kampus Borobudur,  Sabtu (13/1/2024).

Irdiana menyakini, dengan meningkatkan seni dapat meningkatkan otak kanan anak anak, sehingga mereka tidak terpaku pada ilmu pengetahuan juga pada seni mereka diharapkan dapat bersosialisasi .

“Ada 200 mahasiswa dari kelas ini. Budaya harus dirawat kalau tidak hilang karena banyak budaya asing berimbas pada anak anak diharapkan mereka mencintai budaya sendiri, ‘ harapnya.

Sementara itu, Prof Dr Ir Darwati Susilastuti MM,  Wakil Rektor 1 bidang akademi, ia mengkaitkan giat seni ini dengan metode pembelajaran paradigma baru. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya input proses saja, tapi juga luaran.

“Nah luaran ini kita melihat dalam satu semester itu mahasiswa belajar luaran yang langsung keliatan . Kegiatan mahasiswa tidak hanya belajar pengetahuan tapi juga ketrampilan,  yang kemudian menjadi pengalaman di luar kelas yang nanti bisa jadi bekal mahasiswa, ” pungkasnya.(fie)

X