Aeroponik Sistem Pertanian untuk Masyarakat Perkotaan

Aeroponik Sistem Pertanian untuk Masyarakat Perkotaan

Pandemi COVID-19 memaksa banyak orang untuk melakukan berbagai kegiatan di rumah, salah satunya berkebun. Selain sistem hidroponik, bercocok tanam juga dfapat dilakukan dengan metode aeroponik.

Menurut Chilean Journal of Agricultural Research, aeroponik adalah teknik modern untuk menumbuhkan tanaman pertanian dengan memberikan larutan nutrisi di udara tanpa tanah. Akar tanaman akan menerima nutris melalui semprotan dari nosel atomisasi.

Sementara itu dosen Fakultas Pertanian Universitas Borobudur Jakarta, Fetty Dwi mengatakan sistem aeroponik sangat cocok untuk masyarakat perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

“(Sistem aeroponik) tidak memerlukan lahan yang luas sehingga cocok untuk diterapkan pada urban farming,” ujar Fetty kepada SariAgri.id, beberapa waktu lalu.

Selain itu penerapan sistem hidroponik terbilang cukup mudah dan lebih efisien. Sementara kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah dari tanaman yang dibudidayakan secara konvensional.

“Kelebihan aeroponik dari sistem tanam lain itu tanaman lebih mudah dipanen, perawatan mudah dan efisien, lebih hemat air dan pupuk, kualitas hasil tanam baik dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Di Indonesua, sistem pertanain aeroponik sudah banyak diaplikasikan masyarakan perkotaan seperti di Surabaya dan Jakarta.

“Di Indonesia sudah banyak di terapkan terutama pada kota-kota besar yang menerapkan konsep urban farming seperti di Jakarta dan Surabaya banyak kelompok tani yang sudah menerapkan sistem aeroponik,” katanya.

“Pemerintah dan Perguruan Tinggi juga sudah banyak melakukan riset dan sharing pengetahuan budidaya aeroponik kepada masyarakat yang ada di Indonesia,” lanjutnya.

Meski demikian sistem aeroponik juga memiliki kekurangan. Tidak semua orang dapat menerapkan sistem pertanian aeroponik salah satunya karena membutuhkan biaya cukup besar.

“(Kekurangan sistem aeroponik itu) biaya perakitan dan instalasi cukup tinggi, sangat bergantung kepada energi listrik,” pungkas Fetty. (Istihanah Soejoethi)

Berita Pertanian – Dorong Pertumbuhan UMKM di Sektor Pertanian

Ganti Bahasa »
X