Universitas Borobudur – Urban Farming atau pertanian Perkotaan adalah salah satu cara bercocok tanam di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan sempit dengan variasi teknik. Metode ini menjadi solusi masyarakat perkotaan yang ingin bercocok  tanam di tengah keterbatasan lahan.

Dalam penerapannya, urban farming mudah dilakukan masyarakat perkotaan dan hasilnya juga memiliki nilai ekonomi. Dengan memanfaatkan alat dan bahan sederhana dan lahan sempit, urban farming mampu menghasilkan produk pangan yang sama dengan pertanian konvensional.

Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Borobudur, Jakarta, Fetty Dwi R, mengungkapkan ada beberapa kelebihan urban farming dibanding pertanian konvensional. Apa saja kelebihan urban farming? .

1. Hemat biaya
Urban farming atau pertanian perkotaan tidak membutuhkan lahan luas. Metode ini bisa diterapkan di lahan sempit di perkotaan sehingga tidak membutuhkan modal besar. Ini berbeda dengan pertanian konvensional yang memerlukan lahan luas sehingga juga membutuhkan modal besar.

2. Ramah lingkungan
Urban farming atau pertanian perkotaan dikenal lebih ramah lingkungan karena dapat menggunakan sampah rumah tangga. Misalnya dengan memanfaatkan barang bekas seperti kaleng, pipa bekas, ember plastik yang tidak terpakai sebagai wadah (reuse) atau pot saat bercocok tanam.

Selain itu, sampah dapur dan sampah pekarangan juga dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk organik. Ini menjadi keunggulan ekologis dari urban farming dibanding pertanian konvensional.

3. Dapat menambah estetika
Selain sumber pangan, tanaman yang ditanam dengan metode urban farming juga dapat berfungsi untuk mempercantik pekarangan rumah. Ini tak lepas dari kerapian dalam penataan tanaman.

4. Menghasilkan produk yang sehat
Hasil produksi urban farming lebih sehat karena minim dalam penggunaan bahan kimia. Minimnya penggunaan bahan kimia karena ukuran media yang digunakan tidak terlalu besar dan luasan lahan yang relatif sempit sehingga penggunaan bahan kimia menjadi lebih sedikit. Berbeda dengan pertanian konvensional yang luas sehingga secara intensif menggunakan bahan kimia untuk perawatan tanaman. (Istihanah Soejoethi)

Ganti Bahasa »
X