Jakarta (Pos Kota) – Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr. Umar Effendi, M.Si mengingatkan hoaks bisa membahayakan ideologi sebuah bangsa. Karena itu, generasi mileneal harus meningkatkan literasinya agar tidak mudah termakan berita bohong.

“Hoaks dapat mengubah pola pikir dan cara pandang seseorang terhadap negaranya. Bahkan dapat menimbulkan rasa benci pada pemerintah”. Kata Umar saat menjadi pembicara kunci pada seminar kebangsaan bertema membangun jiwa Nasionalisme di Era Milenial yang digelar Universitas Borobudur, Selasa 22/10/2019).

Tetapi ia mengakui pada era globalisasi dimana arus informasi sedemikan tinggi, berita hoaks sulit untuk dihindari. Berita hoaks yang sebagian besar menyebar melalui media social mempengaruhi siapapun tanpa bisa dihindari, termasuk generasi milenial.Selah satu cara agar tidak mudah termakan oleh hoaks, lanjut Umar adalah perlunya generasi milenial memahami konsep berbangsa dan bernegara. Pemahaman ini bisa diperoleh tentunya dengan membaca sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya dengan memahami konsep berbangsa dan bernegara, memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yakni Pancasila, maka generasi milenial bisa memilah-milah mana nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila, NKRI. Empat pilar bangsa dan bernegara tersebut harus dijunjung tinggi oleh generasimuda sebagai penerus kehidupan bangsa.“Dengan memahami 4 pialr kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut dapat meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda termasuk para mahasiswa,” tukas Umar.

Senada juga dikatakan Azis Budianto, Ketua Program Studi Hukum Universitas Borobudur. Menurutnya rasa nasionalisme yang dibangkitkan oleh para pemuda Indonesia sejak Zaman penjajah, kini telah menghasilkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Karena itu, agar bangsa ini tetap ada, maka memupuk rasa nasionalisme itu menjadi hal yang sangat penting dilakukan sampai kapanpun.“Tanpa rasa nasionalisme, tanpa memahami falsafah hidup berbangsa dan bernegara bisa jadi Indonesia akan punah sebelum 50 tahun kedepan,” katanya.

Diakui, produk penjajah Belanda hingga kini memang masih banyak yang digunakan oleh bangsa kita Seperti KUHP, jalan-jalan, bangunan, pelabuhan dan lainnya. Tetapi bukan berarti produk penjajah tersebut dapat menghilangkan gelora dan rasa nasionalisme.

Ari Safari Mau, pembicara lainnya mengatakan banyak generasi muda yang saat ini terjebak oleh rutinitas media sosial. Meski demikian, harus diakui media sosial, dan internet telah memberikan nilai positif bagi generasi milenial seperti kreativitas kerja keras, kolaboratif dan lainnya.

Wakil Rektor I Universitas Borobudur Muhammad Faisal Amir berharap melalui forum kebangsaan tersebut kita dapat lebih melihat nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang perlu dijunjung tinggi dan dilaksanakan dimanapun kita berada.

Ganti Bahasa »
X