Seminar “Sejarah Azerbaijan dan Hubungan Diplomatik Indonesia – Azerbaijan”

Seminar “Sejarah Azerbaijan dan Hubungan Diplomatik Indonesia – Azerbaijan”

Jakarta 25 Juli 2019, Duta Besar RI Prof. Dr. Husnan Bay Fananie, MA Ajak Pemuda Indonesia Ambil Peluang Beasiswa di Azerbaijan

Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Prof. Dr. Husnan Bay Fananie mengungkapkan dan mengajak Mahasiswa Indonesia untuk mengambil program beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Azerbaijan. “Pemerintah Azerbaijan cukup banyak memberikan beasiswa bagi dosen dan mahasiswa dari negara sahabat (termasuk Indonesia)” kata Husnan di sela seminar internasional di Universitas Borobudur (25/7). Menurut Husnan, perguruan tinggi di Negara bekas pecahan Uni Soviet pun cukup bagus dan maju. Ditambah sejumlah jurusan juga sangat baik seperti teknik perminyakan, teknologi militer, filsafat dan sastra.

Husnan bercerita bahwa Presiden Soekarno sendiri sempat mengirim 67 mahasiswa terbaik untuk mempelajari teknologi perminyakan. Sayangnya ketika terjadi peralihan kekuasaan mereka tidak kembali.
“Para mahasiswa kita yang hebat itu akhirnya malah diambil perusahaan minyak besar seperti Shell, Caltex, dll” katanya.
Husnan pun menambahkan, bahwa Indonesia harus memiliki SDM yang baik.
“Sekarang Indonesia membutuhkan SDM yang berkopetensi dan futuristik, sehingga Negara kita dapat berkembang pesat dari tangan-tangan pemuda yang hebat,” tutup Husnan

Kemenkop UKM Ajak Pelaku Wirausaha Bergabung Dalam Wadah Koperasi

Kemenkop UKM Ajak Pelaku Wirausaha Bergabung Dalam Wadah Koperasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta : untuk menumbuhkan kewirausahaan dikalangan masyarakat, maka Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM(Kemenkop UKM) gencar melakukan pelatihan dan pembinaan kewirausahaan pada kalangan Pemuda, mahasiswa dan para pelaku UKM lainnya.

Selain bisa tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru, para peserta pelatihan nantinya akan dapat mengakses permodalan yang programnya ada pada Kemenkop UKM.

“Dengan bukti sertifikat pelatihan, yang menjadi salah satu persyaratan,maka peserta dapat mengakses permodalan atau dana hibah yang ada di Kemenkop UKM, melalui Deputi SDM, atau Deputi Pembiayaan,” Ujar Kabid Pertumbuhan Kewirausahaan Bidang SDM Kemenkop UKM, Surmanto dalam sambutannya pada acara “Pelatihan Digital Entrepreneur Bagi Pemuda dan Mahasiswa” di Hotel Sofyan Jakarta, Rabu(10/07/2019) .

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 40 Peserta terdiri dari anggota Ormas Forum Betawi Rempug(FBR) dan Gerakan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Borobudur Jakarta.

Selanjutnya, Surmanto mengatakan, sejatinya seorang wirausaha tumbuh bukan karena bantuan dana atau pinjaman permodalan, tapi seorang entrepreneur maju dan berkembang karena kegigihannya berusaha.

” modalnya adalah dari diri sendiri, ulet dan gigih berusaha, kalau modal nantinya akan datang dengan sendirinya kalau usaha kita sudah maju dan berkembang,” kata dia.

Surmanto menegaskan , para wirausaha pemula atau pelaku UKM tidak harus membentuk koperasi, tapi berkolaborasi dengan koperasi yang sudah ada sehingga koperasi menjadi lebih berkualitas, hal tersebut katanya sejalan dengan semangat gerakan reformasi total koperasi.

” Bukan soal banyaknya jumlah koperasi, tapi lebih kepada anggota koperasi itu sendiri, bagaimana menjadikan koperasi yang berkualitas,” imbuhnya.

Ketua Program Management universitas Borobudur, Tity Ratnasih dalam acara yang sama menuturkan, bahwa pelatihan yang digelar kemenkop UKM sejalan dengan Visi dan Misi semangat kewirausahaan Universitas Borubudur.

” Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan ini sangat relevan dengan Visi dan Misi Universitas Borobudur dalam menciptakan kewirausahaan bagi kalangan mahasiswa,” kata Tity.

Tity berharap para mahasiswa yang belum berkesempatan ikut menjadi peserta pelatihan dapat terwakili oleh mahasiswa dan dosen yang menjadi peserta, sehingga nantinya para dosen akan berbagi ilmu, menambahkan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa yang lainnya.

“ Diharapkan nantinya para mahasiswa-mahasiswi siap terjun ke masyarakat, mereka akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga tidak menjadi pengangguran intelektual,” katanya.

Kasie Kelembagaan Dinas koperasi dan UKM Propinsi DKI Jakarta, Bambang Edi Warso pada saat yang sama mengungkapkan, perkembangan Koperasi yang ada di DKI Jakarta saat ini berjumalah 7. 207 dari jumlah tersebut hampir separuhnya tidak aktif.

“ Sekitar 3000 lebih koperasi tersebut tidak aktif, mereka sudah tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) , merujuk kebijakan reformasi total koperasi, bukan dilihat dari jumlahnya saja tapi harus yang bekualitas. Bagi Koperasi yang tidak melakukan RAT 3 tahun berturut- turut, pemerintah bisa buatkan surat peringatan dan bila mungkin dibubarkan, “ tegas Bambang.

Bambang menambahkan jika koperasi dalam 5 tahun tidak ada laporan, maka ditahun ke 6 akan dimatikan sistemnya melalui OSS (Online Single Submission) atau pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

” Jika tidak ada laporan dalam 5 tahun, berikutnya tahun ke 6 Koperasinya akan dimatikan oleh sistim OSS yang ada di kemenkop UKM, sehingga asset yang ada di koperasi tersebut terblokir,” terangnya.

Bambang berharap para mahasiswa yang sudah membentuk koperasi dan sudah mempunyai SIUP dan TDP dapat melengkapi badan hukum nya yang ada di OSS.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan dari kalangan mahasiswa, Fawzia(21) mengatakan bahwa Keikut sertaannya pada program pelatihan yang digelar Kemenkop UKM adalah sangat membantu dalam menambah wawasan kewirausahaannya.

” yah tadinya aku berfikir usaha itu cukup sekedar berjualan, ternyata setelah mengikuti pelatihan ini saya mendapatkan tambahan wawasan dalam hal pemasaran lewat media social maupun managemen keuangan lewat aplikasi Lamikro,” imbuhnya.

sumber :

Bedah Buku dan Seminar “The True Global Financial Statement”

Bedah Buku dan Seminar “The True Global Financial Statement”

Universitas Borobudur, Jakarta
Pada tanggal 6 Juli kemarin tepatnya hari sabtu, telah di adakan Bedah Buku dan Seminar yang bertema “The True Global Financial Statement”

Moderator             : Hendri Rudiawan
Pembicara            : Dr. Sutrisno
Keynote Speaker : Prof. Heru Subiyantoro, Ph.D
Penulis Buku        : Muhammad Sardjono, SE, Ak

Ganti Bahasa »
X